Langsung ke konten utama

Postingan

Ada apa dengan Shahrukh Khan?

Ada apa dengan Shahrukh Khan? Pertanyaan itu yang belakangan ini selalu muncul di kepalaku setiap kali menonton film - film terbaru Shahrukh Khan. Entah hanya perasaanku saja atau memang film - film Shahrukh Khan di era tahun 2015 semakin kurang meninggalkan bekas, terasa kurang menggigit dan nggak nyantol di hati. Setiap kali menonton film Shahrukh Khan yang seharusnya masih 'kekinian', perasaan kecewa justru lebih mendominasi karena ternyata realitanya nggak sesuai dengan ekspektasi. Kita tahu sendiri bagaimana sepak terjang Shahrukh Khan selama bertahun - tahun di perfilman Bollywood. Shahrukh Khan bisa dianggap sebagai salah satu Raja Bollywood. Salah satu peraih Best Actor Filmfare Award terbanyak. Jadi nggak heran kalau ekspektasi terhadap film baru sang Badshah Of Bollywood ini selalu tinggi, bahkan terlampau tinggi. Pecinta film Bollywood pasti tahu bagaimana kelas seorang Shahrukh Khan dan setinggi apa levelnya. Tapi, belakangan ini setiap kali menonton film S...

Tentang Cinta : Bidam & Deok Man

ANTARA CINTA DAN EGO Bidam dan Deok Man, kedua karakter ini berasal dari Drama The Great Of Queen Seok Deok yang dibintangi oleh Lee Yoo Won dan Kim Nam Gil. Meskipun aku bukan pecinta drama bertema saeguk, tapi, aku sempat jatuh cinta dengan drama ini. Ada banyak intrik di dalamnya dan aku sangat menyukai karakter - karakter yang ada. Entah itu karakter protagonis atau antagonis, masing - masing memiliki kelemahan dan kekuatannya sendiri. Dan dari sekian banyaknya karakter yang ada, karakter Bidam dan Deok Manlah yang paling menarik perhatianku (Termasuk Mishil, aku suka dengan karakter Mishil meskipun dia adalah karakter antagonis).  Berbeda dengan drama Korea kebanyakan, drama The Great Of Queen Seon Deok memang tidak terlalu memfokuskan pada kisah percintaan para pemainnya. Romantisme itu memang ada, tapi, hanya sebagai bumbu penyedap saja. Meskipun scene romantis tidak terlalu mendominasi, tapi, aku suka dengan hubungan yang terjalin antara Bidam dan Deok Man. Manis, ...

Tentang Cinta : Rama & Sinta

HITAM PUTIH CINTA Rama dan Shinta, dua tokoh dari kisah Ramayana ini bisa dianggap sebagai salah satu Icon Cinta Sejati selain Romeo dan Juliette. Aku sendiri pernah mengagumi kekuatan cinta dari Rama dan Shinta. Keduanya seolah pasangan sempurna yang diciptakan untuk saling melengkapi satu sama lain. Sri Rama Wijaya yang tampan dan berjiwa ksatria disandingkan dengan Dewi Shinta yang cantik dan setia. Bukankah keduanya benar - benar tampak seperti pasangan yang tanpa cacat cela? Siapa yang bisa meragukan cinta keduanya? Ketika Sri Rama diasingkan ke hutan yang jauh dari kemewahan Istana, Dewi Shinta mengikuti sang suami dengan penuh keikhlasan dan kepatuhan. Mereka tetap saling mengasihi meski ditengah kekurangan. Begitupun dengan Dewi Shinta yang tetap setia pada Rama meski selama bertahun - tahun diculik oleh Rahwana. Tak sedikitpun kesetiaan Dewi Shinta terhadap Rama goyah, meskipun kemewahan dan segala kesenangan duniawi diberikan oleh Rahwana. Dewi Shinta yang dipe...

Tentang Cinta : Hanafi & Corrie (Salah Asuhan)

CINTAILAH CINTA 'Salah Asuhan', terakhir kali aku membaca novel ini ketika aku masih duduk di bangku SMA. Sejak itu karya dari Abdoel Moeis ini menjadi salah satu novel dengan gaya penulisan Melayu yang aku suka. Bahkan walaupun sekarang ada begitu banyak novel - novel kekinian yang Best Seller, aku masih sering merindukan karya tulis Angkatan Balai Pustaka. Untuk anak jaman sekarang, membaca karya tulis dari Angkatan Balai Pustaka mungkin akan sedikit merepotkan karena gaya penulisannya yang masih sangat 'Melayu' dan kaku. Tapi, menurutku justru itu yang menjadi kelebihan dari tulisan era Angkatan Balai Pustaka. Tulisan era Angkatan Balai Pustaka terasa lebih berseni dan sangat khas. Dari segi cerita juga selalu ada nilai moral dan makna kehidupan yang bisa diambil. Hanafi, karakter inilah yang menjadi karakter utama dalam novel 'Salah Asuhan'. Jika kebanyakan tokoh utama dalam cerita selalu digambarkan bak malaikat baik hati yang tanpa cacat cela maka ...

Tentang Cinta : Gulabji & Raj

DUA CINTA DENGAN DUA WARNA Gulabji, karakter yang ada dalam film Bollywood berjudul Saawariya ini memang bukanlah karakter utama. Karakter yang diperankan oleh Rani Mukerji ini hanyalah sosok peran wanita pendukung, tapi, lagi - lagi sang pemeran pendukunglah yang menarik perhatianku daripada sang bintang utama. Entah kenapa di tiap film yang disutradarai Sanjay Leela Bhansali, sang pemeran pendukung selalu terlihat lebih bersinar dengan caranya mencintai. Setiap kali menonton film karya SLB, aku selalu mengatakan sang pemeran utama sering kali mencintai dengan cara yang pincang dan tidak sempurna. Sang pemeran utama sering kali mencintai, tapi, setelah itu mereka buta dengan sekelilingnya. Mereka mencintai lalu tanpa disadari cinta itu melukai entah siapa. Entah dirinya sendiri atau bahkan orang lain. Dan aku sungguh tidak suka dengan cinta yang seperti itu. Hal serupa juga terjadi di dalam film 'Saawariya'. Film ini sebenarnya tentang cinta Raj pada Sakinah, cinta...

Tentang Cinta : Wang Yeo & Kim Sun

CINTA, LUKA DAN PENYESALAN Goblin. Drama Korea satu ini memang sudah lama tamat, tapi, sampai sekarang rasanya masih susah untuk move on dari Drama yang dibintangi para Ahjussi tampan ini. Dari segi cerita dan visualisasi, semuanya perfect. Pemandangan alam yang disajikan sangat indah. Aku suka dengan dedaunan maple, salju, bunga persik, lilin dan semua yang ada dalam Drama ini. Semuanya sangat - sangat indah, walaupun kisah cinta yang ada di dalamnya justru tak seindah penampakan bunga persik di tengah salju. Terutama untuk kisah cinta Wang Yeo dan Kim Sun yang penuh dengan tragedi dan dihiasi air mata. Sekali lagi, aku jatuh cinta dengan kisah cinta dari para Second Lead Couple. Menurutku, Wang Yeo dan Kim Sun memiliki kisah cinta yang mencolok dan tidak bisa diabaikan. Cinta mereka melingkupi banyak hal. Bukan hanya sebatas kebahagiaan karena mencintai, tapi, juga ada luka dan pengorbanan di dalamnya. Keduanya saling mencintai, tapi, kebahagiaan itu seperti tak pernah berad...

Tentang Cinta : Saap Norasing

KETIKA CINTA MENJADI SEBUAH OBSESI Saap Norasing atau yang lebih dikenal dengan judul 'Kutukan' merupakan Lakorn atau drama Thailand yang dulu sempat booming di Indonesia. Berhubung aku termasuk generasi 90-an, sudah barang tentu aku menjadi salah satu pecinta drama ini. Pertama kali aku menonton drama ini, tidak bisa dipungkiri penyebab utamanya karena aku terlanjur terpesona dengan sosok karakter utama pria. Sosok sang siluman terlampau rupawan sehingga membuatku lupa kalau ia adalah karakter antagonis, penjahat yang egois dan sadis yang seharusnya dibenci. Chosingatai, sosoknya boleh saja tampan dan rupawan, tapi, dibalik kesempurnaannya, Chosingatai adalah siluman singa atau srigala? (Aku lupa) yang akan berubah menjadi monster dengan bau yang sangat busuk setiap kali bulan purnama muncul. Keberadaan Chosingatai pun selalu membawa hal buruk untuk sekitarnya. Hewan - hewan akan mendadak mati jika mendekati area kediamannya dan yang lebih parahnya lagi, Chosingatai s...