Langsung ke konten utama

Postingan

Tentang Cinta : Bajirao Mastani

CINTA YANG MENGIKHLASKAN VS CINTA YANG EGOIS Bagi pecinta film Bollywood, pastinya sudah tidak asing dengan film yang dibintangi Deepika Padukone, Ranveer Singh dan Priyanka Chopra ini. Selain karena aktor dan aktrisnya yang merupakan artis - artis besar Bollywood, film Bajirao Mastani sendiri memang menyajikan sesuatu yang benar - benar indah. Film ini seperti mendefinisikan kata 'seni' yang sesungguhnya. Sangat aeshtetic dan tentu saja makna cinta yang terdapat di dalam film ini begitu luar biasa. Melihat film Bajirao Mastani, mau tidak mau mengingatkanku pada film Devdas yang juga merupakan hasil karya luar biasa seorang Sanjay Leela Bhansali. Kedua film yang disutradarai Sanjay Leela Bhanshali ini sama indahnya dan sama tragisnya dimana kedua karakter utama akhirnya terpisahkan dan tidak bisa saling memiliki.  Selain memiliki kisah cinta yang tragis, kedua film tersebut sama - sama memiliki satu karakter wanita yang juga memiliki cinta tidak kalah tulusnya deng...

Renungan Untukku : Kuatlah Untuk Dirimu

Tahukah kau apa yang paling ku benci di dunia ini? Melihat wajahmu yang murung dan berputus asa. Itu sungguh menggores hatiku dan saat ini aku harus kembali melihat wajahmu yang bersedih. Ada apa denganmu? Apa kau masih saja memikirkan kegagalan yang baru saja terjadi? Dengarkan aku!!! Kegagalan adalah suatu hal yang bisa saja bahkan sering kali terjadi dalam hidup ini. Kegagalan bukanlah hal yang harus disesali dan diratapi seolah langit telah runtuh. Jangan, jangan lakukan itu. Jangan terus meratap dan mengutuk dirimu. Tapi, evaluasilah kegagalan itu dan perbaiki diri. Kau tak perlu terus - terusan memaksakan diri untuk melakukan yang terbaik. Kalau kau terus memaksakan diri melakukan yang terbaik diluar batas kemampuanmu, kau sendiri yang menderita bukan? Kau akan merasa lelah dan terbebani. Aku mengerti dengan kekecewaan yang kau rasakan, tapi, dengan terus memikirkan kegagalan yang kau alami maka kau akan tetap berdiri di tempat. Kau tak akan bisa ke mana - kemana jik...

Renungan Untukku : Dulu Dan Sekarang

Bicara soal dulu dan sekarang, entah kenapa aku selalu merasa kalau aku sudah semakin tua. Dan sayangnya, proses menuju 'tua' itu tidak diimbangi dengan semakin baiknya aku sebagai seorang manusia. Ya, aku selalu merasa diriku yang dulu jauh lebih baik dibandingkan diriku yang sekarang. Ketika usiaku semakin bertambah dan aku menjadi seorang yang 'seharusnya' dewasa, ada beberapa hal paling berharga yang justru kubiarkan tertinggal di masa lalu. Sesuatu yang tidak kubawa ke masa sekarang. Aku mulai menyadari, ketika diriku terperangkap di dalam wujud orang dewasa, aku semakin jauh dari-Nya. Rasa - rasanya diriku di masa kini tidaklah sesering dulu ketika menengadahkan tanganku untuk meminta pada-Nya. Jika ingat hal itu, rasa rindu dan bersalah seolah menyergap hatiku. Rasanya aku ingin kembali ke diriku yang dulu, diriku yang selalu berharap dan percaya pada-Nya. Aku menulis ini bukan berarti aku sudah kehilangan kepercayaanku pada Tuhan. Tidak, tidak sama sek...

Renungan Untukku : Pentingnya Sebuah Senyuman

Jujur saja, selama ini aku termasuk orang yang menganggap remeh sebuah senyuman. Apalagi aku termasuk tipe orang yang sangat tergantung dengan mood. Yang itu artinya, aku tidak akan mau merepotkan dan memaksakan diri untuk tersenyum disaat perasaanku sedang hancur berantakan. Kenapa tiba – tiba aku tertarik untuk membahas soal 'senyum' ini? Ya, itu karena secara tidak sengaja, pada hari ini aku kembali menemukan catatan harianku yang berhubungan dengan senyuman. Berhubung pada masa itu diriku masih labil, aku suka sekali menuliskan segala sesuatu ke dalam catatan harian. Kalau sekarang sudah malas untuk melakukan hal semacam itu karena sangat terasa memalukan. Kejadian itu terjadi pada tahun 2011 silam. Yup, sudah sangat lama, tapi, tetap saja sukses memberikan efek tidak menyenangkan diingatanku yang terkadang membuatku ingin membenturkan kepalaku ke tembok dengan harapan aku bisa lupa akan kejadian nista bin memalukan itu. Tapi, sayangnya, ingatanku cukup kuat untuk bisa...

Renungan Untukku : Letak Bahagia

Ada begitu banyak hal yang tidak menyenangkan di dunia ini, termasuk hidup itu sendiri. Bila hidup merupakan bagian yang tak menyenangkan, lalu dimanakah letak bahagia itu? Dimanakah aku bisa menemukannya? Seseorang pernah berkata, kau bahagia melalui hatimu. Hati? Bukankah untuk bisa bahagia diperlukan hati yang tulus? Yang mampu mensyukuri hidup dan dirinya sendiri. Sialnya, hatiku tidak memiliki setitik ketulusan itu. Bahkan sebesar biji zarrah pun tidak.  Lalu bagaimana caranya aku bisa bersyukur atas diriku jika yang ada di dalam hatiku hanya kebencian? Seseorang yang di hatinya hanya ada kebencian, bisakah untuk merasa bahagia? Itu jelas tidak mungkin. Seorang pembenci tidak mungkin bisa bahagia karena apapun yang terjadi dan apapun yang dimilikinya, semua akan tetap salah di matanya. Tidak akan pernah ada kepuasan bagi seorang pembenci yang selalu beranggapan apapun yang terjadi adalah sebuah kesalahan. Hanya keburukan dan kekurangan yang bisa terlihat melalui kacamata ...

Renungan Untukku : Bisakah Kau Dengar Suaraku?

    Wahai angin yang berhembus, engkau mungkin bisa menjadi saksi betapa ku sesali kehidupan yang telah digariskan untukku. Mungkin kau jenuh melihatku terus menangisi hidup seolah kusalahkan Tuhan. Kau mungkin mengutukku karena tak bisa menjadi hamba yang baik. Aku memang tak bisa seperti angin yang akan selalu bertasbih mengagungkan nama Tuhan. Setiap pagi makhluk Allah menundukkan kepala untuk memujiNya, sedangkan aku, kutundukkan kepalaku karena ku sesali hari yang diberikan padaku. Aku tahu bahwa kasih sayang Tuhan tak terbatas, tapi, rasa takutku akan kehidupan akhirat membuatku menyesali takdirku sebagai manusia. Wahai bumi dan bebatuan, selama ini kalian menjadi saksi atas kemaksiatan yang telah kuperbuat sebagai seorang manusia dan mungkin kalian mengutuk kami sebagai makhluk yang tak tahu diri. Makhluk yang hanya membuat kerusakan di muka bumi seperti yang ditakutkan oleh para malaikat saat Tuhan akan menciptakan Bapak kami yaitu Adam. Saat di dunia kami s...

Renungan Untukku : Aku Yang Dilaknat

Setan!!! Iblis!!! Siapa yang tak mengenalku? Tuhan mengutukku menjadi makhluk paling terkutuk di seluruh langit dan bumi. Ayat Kursi menjadi senjata ampuh yang bisa digunakan untuk mengusirku. Para malaikat diperintahkan mendampingi manusia untuk mengimbangi suaraku di dalam hati manusia dan manusia mengenalku sebagai sosok yang harus dijauhi juga dimusuhi. Manusia mengenalku sebagai sosok yang tersesat dan menyesatkan. Bahkan, neraka pun sudah tak sabar menantiku untuk dijadikan bahan bakar didalamnya. Tak perlu pembelaan dan penghitungan untuk menentukan tempatku nanti. Aku telah divonis sebelum kiamat tiba, bahkan sebelum anak cucu Adam beranak pinak di muka bumi ini bahwa akulah makhluk yang pasti menjadi penghuni neraka yang kekal abadi. Akulah makhluk terkutuk yang telah dicabut rahmat dariku.  Tahukah kalian, wahai manusia? Jauh sebelum kalian diciptakan dari tanah lumpur yang menjijikkan itu, aku telah terlebih dahulu bertasbih mengagungkan Tuhan dengan mulut ini. Akul...