Langsung ke konten utama

Postingan

Aku Dan Aku : Untuk Si Jahat

Hey, kamu yang selalu berpikir untuk menjadi orang jahat. Tidak bisakah kamu enyahkan pikiran seperti itu dari otakmu? Sungguh aku lelah terus berseteru dengan sisi dirimu yang jahat. Sudahlah, berhentilah berharap untuk bisa menjadi anak nakal atau orang jahat. Aku tahu, itu bukan dirimu. Sama sekali bukanlah dirimu. Kamu  tidak akan pernah bisa menjadi anak nakal yang bisa berbuat semaumu. Kamu tidak akan bisa berubah menjadi orang jahat atau egois yang tidak akan pernah merasa bersalah setelah melakukan hal yang buruk.  Tidak bisakah kamu mendengarkan sisi baikmu? Tidak bisakah untukmu sedikit condong padaku. Dengarkanlah aku. Kamu sendiri tidak pernah mengharapkan untuk menjadi orang yang buruk. Kamu tidak bisa karena itulah kamu terus saja merasa bersalah ketika kamu tanpa sengaja atau secara sengaja melakukan kesalahan.  Ku mohon, jangan berharap dirimu berubah seperti itu. Kamu selalu ingin menjadi orang yang baik. Jauh di dalam hatimu, kamu selalu ingin m...

Aku Dan Aku : Untukmu Yang Sedang Lemah

Hai, bagaimana kabarmu hari ini? Ku harap keadaanmu saat ini lebih baik daripada hari - hari sebelumnya. Maaf karena aku baru berbicara padamu hari ini. Aku tidak bermaksud meninggalkanmu, tapi, sikapmu akhir - akhir ini memiliki membuatku marah padamu karena itulah ku tinggalkan kamu sejenak agar kami bisa merenung.  Sejujurnya aku masih tidak tahu apa yang harus ku katakan padamu. Aku tak tahu harus berkata apa lagi karena kamu yang tidak pernah mau mendengarkanku, karena kamu yang selalu mengulangi kesalahan yang sama. Menyerah bahkan sebelum kamu mencoba, berhenti sebelum kamu tahu apa hasilnya.  Hal yang selalu ingin kutanyakan adalah kenapa kamu suka sekali membiarkan masalah berlarut - larut tanpa adanya penyelesaian? Seandainya kamu mau berpikir, seandainya kamu bisa melihat, hidupmu sudah dipenuhi dengan keajaiban dan keberuntungan yang sebenarnya bisa membuat siapapun iri. Tapi, yang kamu lakukan justru menyia - nyiakan apa yang ada di depanmu dan apa yang s...

Aku Dan Aku : Ketika Kau Patah Hati

Tunggu, sepertinya ada yang salah denganmu belakangan ini. Aku merasa ada yang tidak beres dengan hatimu. Sebenarnya apa yang terjadi padamu hingga membuatmu seakan kehilangan akal sehat? Jangan katakan kalau kau masih memikirkannya. Jangan katakan kalau kau masih berharap untuk bertemu dengannya. Dan aku panik setengah mati ketika kau menganggukkan kepalamu. Kau benar - benar masih berharap bisa bertemu dengannya. Hey, sadarlah! Kau dan dia tidak mungkin bisa bertemu kembali. Ingat, kau hidup di dunia nyata bukan dalam dongeng atau film dimana kebetulan dan keajaiban bisa terjadi. Aku sungguh tidak menyangka kau akan memikirkannya sampai seperti ini. Aku pikir rasa yang kau rasakan itu hanyalah rasa sesaat hanya karena kau sering melihatnya. Aku kira kau akan melupakannya ketika kalian tidak saling bertemu. Tapi, nyatanya kau masih berharap ada kebetulan atau keajaiban yang bisa mempertemukanmu dengannya. Ayolah, apakah kau yakin dengan perasaaanmu? Kembalikan akal sehatmu. Berpi...

Aku Dan Aku : Ketika Kau Jatuh Cinta

Apa yang salah denganmu? Pertanyaan itu benar- benar memenuhi isi kepalaku dan membuat mulutku gatal ingin segera melontarkan pertanyaan itu padamu. Aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang terjadi padamu. Sebelumnya tidak pernah ku rasakan jantungmu berdebar dengan begitu kencangnya. Aku nyaris mengiramu terkena penyakit jantung karena debaran jantungmu yang tidak seperti biasa. Dan tahukah kau, tawaku hampir meledak ketika aku tahu apa yang menjadi penyebabnya. Aku kira hatimu sudah benar - benar membeku dan membuatmu nyaris tidak mengenal dengan yang namanya jatuh cinta kepada seseorang. Tapi, kali ini akhirnya aku bisa merasakan jantungmu berdebar begitu hebat ketika kau melihatnya. Aku benar - benar tidak mengerti, apa seperti itu rasanya menyukai seseorang? Kau terlihat seperti orang bodoh di mataku. Hey, hey!!! Jangan marah dulu padaku karena tadi aku mengatakanmu bodoh. Aku bahkan sampai harus mengulum senyum di bibirku karena tingkahmu saat mencuri pandang padanya terli...

Teruntuk Pejuang Dua Garis

Beberapa waktu yang lalu, aku kembali mendengar keluh kesah seorang teman yang sampai saat ini belum mendapat kepercayaan memperoleh momongan setelah satu tahun menikah. Kalau dipikir, waktu satu tahun belumlah terlalu lama, tapi, bagi sepasang suami istri yang sudah menikah ditambah lagi dengan pertanyaan - pertanyaan 'kapan isi? Belum isi juga?' dan segala tetek bengeknya itu lumayan menyiksa. Dan pertanyaan itu akhirnya terlontar 'Apa kekuranganku?'. Suatu pertanyaan yang menyiratkan betapa patah hatinya ia ketika tamu bulanan itu datang. Itu terlukis dengan jelas dengan wajahnya yang sembab yang menandakan bahwa malam mungkin sudah ia habiskan dengan menangis. Duhai para pejuang dua garis, wahai para calon ibu yang sedang menanti sang buah hati yang belum kunjung hadir, itu bukanlah tentang kekurangan. Jika itu menjadi suatu kekurangan lalu apa kurangnya Siti Aisyah hingga ia tak jua mendapatkan keturunan? Jika itu menjadi suatu kekurangan, lalu kurang Sholeh a...

Hobby Yang Tak Direstui

Hobby yang tidak direstui, ini sama sakitnya dengan cinta bertepuk sebelah tangan atau cinta yang tidak mendapat restu. Ingin berhenti, hati tidak rela. Ingin tetap melakukan, tapi, merasa bersalah bagai seorang pencuri. Akhirnya semua jadi serba salah ketika hobby itu berbenturan dengan keinginan orang tua dan itu pernah ku rasakan. Sejak dulu, aku bukan tipe orang yang aktif. Dari pada kongkow keluyuran, aku lebih suka berdiam diri di kamar sambil membaca buku. Yup, dari kecil aku suka sekali dengan buku, entah itu komik, novel atau pun tabloid. Waktu SMP aku sudah tergila - gila dengan tulisan Agatha Christie berkat novel - novel misterinya dan R.L Stine dengan 'GooseBump'nya. Sampai sekarang pun aku bahkan masih kagum dengan novel - novel lawas semacam 'Seribu Kunang - Kunang di Manhattan, Salah Asuhan, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijn, Atheis, Canting'. Ketika aku melihat buku, itu seperti aku sedang melihat harta karun. Tapi, sayangnya apa yang aku sukai j...

Balada Buku Yang Ku Beri

'Jangan memberikan hadiah berupa buku yang belum pernah dibaca kepada orang lain', 😬 itu yang ada di benakku belakangan ini. Bukan berarti aku berniat memberikan buku bekas kepada orang lain, tapi, yang ku maksudkan di sini adalah akan jauh lebih aman kalau aku memberi hadiah buku yang sudah pernah ku baca dimana aku sudah tahu isinya seperti apa.  Beberapa hari yang lalu aku memang memberikan buku untuk salah satu temanku yang juga suka membaca, tapi, yang membuatku sempat sport jantung ketika dia bilang buku itu ditulis oleh penulis wattpad khusus tulisan dewasa. 🤯 Aku langsung schok, dong, ya! Karena memang sebelumnya aku sempat membeli novel yang ternyata bergenre +21. Mendadak aku berasa kayak ngasih dosa jariyah. 😫Aku langsung kepikiran untuk mengambil kembali apa yang sudah ku beri dan mengganti dengan buku yang lain.  Kebiasaanku dari dulu kalau beli buku nggak pernah merhatiin genre atau keterangannya. Lihat sampul bagus ambil, baca sinopsis oke ambil, wal...

Tentang Cinta : Rahul Atau Aman, Cinta Siapa Yang Lebih Baik?

Rahul dan Aman, kedua karakter ini adalah karakter pria yang ada dalam film Kuch Kuch Hota Hai, film India sejuta umat alias tontonan wajib Bolly Mania 😁. Padahal ceritanya sudah hafal di luar kepala, sudah katam ditonton berpuluh - puluh kali, tapi, herannya film satu ini seperti tidak pernah kadaluarsa untuk ditonton😅. Bahkan walaupun aku suka jengkel sendiri dengan karakter plin-plan Rahul, aku tetap setia dengan film ini🤣. Yup, selain karakter Shahrukh Khan di Kabhi Alvida Na Kehna, karakter Shahrukh Khan di Kuch Kuch Hota Hai juga menjadi salah satu karakter yang aku tidak suka. Kalau dulu yang namanya tokoh utama pasti bakal dipuja - puja, tapi, setelah aku dewasa dan akal sehatku bekerja, aku baru menyadari kalau seorang Rahul tidak lebih gentle dari seorang Aman 😋. Beneran, deh, waktu aku masih bocah, melihat film India dimana sang pengantin lari dari pesta pernikahannya sendiri demi mengejar pujaan hati kesannya romantis. Tapi, berhubung aku sudah tua, aku baru sadar ...

Bollywoodku Dulu Dan Kini

Pukul 0:38, aku masih terjaga dan mata masih dalam kondisi on. Entah sudah berapa kali lagu 'Yeh Hum Aa Gaaye Hain Kahan'-nya Udit Narayan dan Lata Mangeskar bersenandung. Beberapa hari ini aku memang lagi senang - senangnya dengerin soundtrack Veer Zara. Dengerin lagu satu ini, jadi ingat masa - masa Shahrukh Khan lagi ganteng - gantengnya dan Preety Zinta masih cantik - cantiknya 🤩😘.  Ya ampun, nggak terasa waktu sudah lewat begitu cepatnya. Era Veer Zara udah jaman kapan? Aku yang termasuk generasi pecinta Bollywood era 90 dan tahun 2000-an sampai kagok sendiri dengan generasi - generasi baru.  🤣 Seketika aku merasa sudah tua sekali. Aku yang dulu merasa superior karena kenal artis - artis jaman dulu, sekarang terbingung - bingung dengan artis - artis pendatang baru macam Disha Patani, Sara Ali Khan, Kartik Aryan, Ananya Panday dan kawan - kawan. Film - film mereka yang mana pun aku nggak tahu karena nggak ngikutin. Boro - boro mau nonton Student Of The Year...

Renungan Untukku : Insomnia, Malam & Mati

Pukul 1.54 dan aku masih terjaga sampai sekarang. Sebenarnya dari dulu aku ingin memperbaiki pola tidurku, tapi, seperti sudah menjadi kebiasaan aku tidak pernah bisa tertidur di bawah jam 10 malam bahkan walaupun aku tidak sedang melakukan apapun.  Dulu, malam adalah salah satu hal yang kusukai. Suasana yang damai dan sepi, waktu yang tepat untuk merenung. Tapi, belakangan aku justru mulai membenci malam. Ada rasa takut setiap kali aku ingin memejamkan mata dan akhirnya insomniaku semakin parah. Aku semakin sulit untuk tidur. Suasana yang sepi sering kali membuatku memikirkan banyak hal, salah satunya mati. Mungkin benar, semakin kita berumur dan semakin tua, kita akan semakin mengingat mati. Setiap kali aku ingin memejamkan mata, aku selalu takut bagaimana kalau mataku terpejam untuk selamanya. Bagaimana kalau aku tidak bisa melihat matahari pagi lagi? Bagaimana kalau malam ini adalah malam terakhirku? Bagaimana kalau ternyata hari ini adalah hari terakhir aku bisa melih...

Pembunuh Bernama Cyber Bullying

Bagi MeU (penggemar F(X)) tahun 2019 ini seolah dipenuhi dengan mimpi buruk. Bukan hanya sekedar hengkangnya 3 member F(X) dari SM, tapi, juga kenyataan dimana Sulli ex-F(X) dikabarkan meninggal karena bunuh diri. Banyak yang menganggap berita tentang kematian Sulli adalah sesuatu yang berlebihan terutama untuk para non KPoper. Bahkan masih ada yang menjadikannya sebagai  sebuah lelucon.  ''Siapa Sulli?". Pertanyaan itu memang hanya bisa dijawab oleh para Kpoper. Aku sempat membaca beberapa tulisan tentang kematian Sulli dan ternyata banyak yang salah persepsi tentang tulisan tersebut. Banyak yang masih menganggap kalau tulisan - tulisan tersebut adalah salah satu bentuk kegilaan dari para Kpoper yang kehilangan biasnya. Masih banyak yang mengatakan untuk apa berempati pada seseorang yang melakukan bunuh diri, pada seseorang yang tidak beriman. Ayolah, tak bisakah kita melihat dari sisi yang lain? Ini bukan hanya tentang siapa Sulli. Bukan hanya tentang siapa yang...

Seleraku : Tentang Red Velvet

Bicara tentang Red Velvet, mau nggak mau akan sedikit mengingatkanku pada F(X) dan harus ku akui, dulu aku nggak terlalu antusias dengan debutnya girlgroup bungsu SM ini. Aku selalu membandingkan perlakuan SM terhadap Red Velvet dan F(X). Bahkan diawal debut Red Velvet, aku sempat iri kenapa F(X) nggak mendapat perlakuan yang sama seperti Red Velvet. Kenapa F(X) nggak bisa comeback sesering Red Velvet? Kenapa MV F(X) bisa kalah jumlah dibandingkan Red Velvet yang baru debut di tahun 2014? Tapi, ya sudahlah. Itu masa lalu dan aku sudah bisa menerima kenyataan. Mungkin karena itu juga, kenapa aku butuh waktu yang lama untuk menyukai Red Velvet. 😢 Aku sedikit sensitif dengan apapun yang berhubungan dengan Red Velvet. Tiap kali melihat MV atau mendengar lagu Red Velvet, aku selalu keingat F(X) yang jarang comeback. Apalagi tipikal lagu Red Velvet itu F(X) banget. Tiap kali dengar lagu 'Ice Cream Cake', aku selalu ingat F(X). Aku seperti merasa lagu itu bakalan cocok kalau ...

Seleraku : Tentang Twice

Girl group asal JYP Ent yang debut tanggal 20 Oktober 2015 ini merupakan salah satu Queen untuk generasi KPop sekarang. Popularitasnya memang nggak main - main, jadi nggak heran dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun, Twice bisa menjadi salah satu girlgroup yang paling banyak meraih penghargaan dan comeback-nya selalu sukses. Sebenarnya dari jaman JYP masih berjaya dengan Wonder Girl's dan Miss A, aku nggak terlalu mengikuti JYP karena memang dari dulu aku lebih condong dan lebih suka group asal SM. Aku jauh lebih bisa mengenali member - member group asal SM yang banyaknya seabrek di bandingkan group JYP. Kenal group asal JYP pun awalnya selalu karena member tersebut main drama dan rajin nongol di Variety Show seperti Suzy Miss A, Wooyoung 2PM dan Taecyeon 2PM lewat drama Dream High. 😅Bahkan dulu aku baru bisa mengenal semua member 2PM gegara 2PM sering nongol sebagai guest di Running Man.  Tapi, khusus Twice ceritanya beda. Dari pertama kali Twice debut dengan lagu ...

Seleraku : Tentang SNSD

SNSD atau Girl's Generation, group yang debut 16 Juli 2007 ini merupakan salah satu girlgroup yang paling awet dengan perjalanan karier paling panjang yakni 12 tahun, terhitung dari awal mereka debut bahkan sampai sekarang pun group asal SM ini masih belum dinyatakan disband meski masing - masing anggota lebih disibukkan dengan kegiatan individu. Dibandingkan boy group, masa aktif girlgroup memang cenderung lebih pendek. Banyak girlgroup papan atas yang terkena kutukan 7 tahun dan akhirnya memutuskan disband ketika masa kontrak sudah berakhir seperti Kara, 2Ne1, Sistar dan 4Minute's. Tapi, SNSD sampai saat ini masih bisa bertahan di tengah - tengah generasi baru dan itu hebat!!!👏👏👏. Dulu di tahun - tahun pertama SNSD, sempat tercetus dalam pikiranku alasan kenapa SNSD sangat terkenal hanyalah karena SNSD kebetulan debut dibawah naungan SM Ent. Debut di bawah naungan SM seolah menjadi sesuatu yang menjanjikan karena waktu itu kebanyakan group asuhan SM memang lebi...

Seleraku : Tentang Dreamcatcher

😅 Sebenarnya nggak ada gunanya juga aku menulis tentang Dreamcatcher karena aku benar - benar buta tentang apapun mengenai group ini? Aku baru tahu mereka debut tanggal 13 Januari 2017 itu juga karena barusan iseng - iseng buka google. Membernya siapa aja pun aku nggak tahu. Satu - satunya nama yang nyantol di otakku hanya Jiu karena kebetulan aku suka part Jiu di lagu ''Piri". Part Jiu di lagu "Piri" sukses menjadi part favorite-ku dan yang paling aku kangenin.  😌Tapi, kalau ditanya yang mana orangnya, aku angkat tangan. Sumpah, nggak ada satupun yang aku tahu tentang Dreamcatcher. Kenapa aku tertarik untuk menulis tentang Dreamcatcher meski aku buta tentang group ini murni karena aku kecantol dengan lagu - lagu Dreamcatcher. Lagu pertama dan satu - satunya yang dulu aku punya di list hanya "Save Me". Pertama kali mendengar lagu "Save Me", aku merasa lucu. Mungkin karena genre lagunya lebih ke K-Rock dengan Japanese Vibe. Aku sempat...

Seleraku : Tentang After School

Salah satu girl group gen 2 yang nasibnya sebelas dua belas dengan F(X). Jarak waktu selama mereka berkarier memang terbilang panjang, tapi, moment mereka sebagai group nggak ada apa - apanya kalau dibandingkan dengan group yang bahkan baru saja debut. Masa Hiatus mereka jauh lebih panjang daripada ketika mereka melakukan aktivitas group. Sampai sekarang group yang debut di tahun 2009 ini masih belum dinyatakan disband secara resmi, tapi, seperti halnya F(X) mengharapkan group ini comeback benar - benar mustahil mengingat para member After School satu persatu sudah lulus dari After School.  Dari awal After School debut, salah satu hal  yang paling ku sayangkan dan ku benci adalah adanya sistem graduated yang diusung After School dimana akan ada member yang keluar dan akan ada member baru yang masuk. Bagiku sistem itu lumayan horror. Dalam pikirku, bagaimana kalau seandainya aku sudah sreg dengan formasi group lalu tiba - tiba formasi tersebut berubah. Mau nggak mau, su...

Seleraku : Tentang T-Ara

T-Ara, group ini termasuk salah satu girlgroup generasi 2 yang menjadi favorite-ku. Meskipun sekarang memang sudah bukan eranya girlgroup gen 2, tapi, tetap saja girl group gen 2 punya tempat yang spesial. Menurutku tiap girl group gen 2 punya tipikal dan karakteristiknya sendiri. Ambil contoh After School dengan konsep sexy-nya yang tangguh dan dewasa, F(X) yang eksentrik dan rame bak remaja gaul yang modern dan T-Ara yang kental dengan konsep retro ala tahun 70-an. Sebenarnya girlgroup generasi 2 punya kesempatan besar untuk lebih berjaya karena mereka punya power dan talenta mereka bukan kaleng - kaleng. Tapi, sayangnya agency mereka ngetreat mereka dengan nggak maksimal. Jika F(X) lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan Hiatus nggak jelas, begitupun dengan After School yang Hiatus panjang sampai kebablasan dimana pada akhirnya kontrak para member keburu habis maka yang terjadi pada T-Ara jauh lebih parah. Di sepanjang karier mereka, mereka harus menghadapi kebencian s...

Seleraku : Tentang F(X)

Jujur, aku masih belum bisa move on dengan keluarnya para member F(X) dari SM Entertainment. Bukan apa - apa, hanya saja aku masih mengharapkan akan ada lagu terakhir dari group ini. 😥 Sumpah, deh, ya, jadi penggemar F(X) ini memang selalu kurang asupan gizi,  beda banget dengan group lain yang bisa comeback teratur dan berkala sepanjang tahun. Aku ingat, pertama kali kenal F(X) lewat lagu Nu ABO dan yang langsung terlontar di kepalaku adalah "Lagu apaan ini? Bikin sakit kepala! Gaya macam apa itu? Bikin sakit mata!". 🤣🤣🤣 Tapi, pada akhirnya aku malah kesemsem dengan lagu Nu ABO. Benar - benar, deh, tipikal lagu F(X) itu nggak bisa bikin langsung jatuh cinta. Nggak ada istilahnya cinta pada pendengaran pertama. Pokoknya harus didengerin berkali - kali baru kerasa efeknya. Mulai dari 'NU Abo, Red Light' sampai '4 Walls', aku baru dapat feel-nya setelah mendengarkan untuk yang kesekian kalinya. F(X) itu group yang unik. Masing - masing member pun...